Rabu, 04 Mei 2011

Mata Najwa


<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE AR-SA

CatatanNajwa eps REVOLUSI 3 IMAM

Mukadimah

Sejak merdeka, Indonesia tak henti dilanda pemberontakan di mana-mana.

Sebagian diotaki belanda, sebagian karena fanatisme suku. Sebagian karena kecewa, sebagian lain bermotif agama.

Mei 1948, Kartosuwiryo proklamirkan diri menjadi imam negara Islam Indonesia. Berkhianat pada proklamasi 17 agustus 1945, yang sempat ia bela.

Bergabung pula dengan proklamasi negara Islam Indonesia, di Sulawesi Selatan, Letkol Kahar Muzakar yang pernah bertempur selama revolusi fisik di Jogja.

Dan di Aceh, daud Beureuh yang tak kecil jasanya, dalam mendukung Republik dan Dwi Tunggal Sukarno-Hatta.

Butuh sekitar 17 tahun, untuk menumpas DI-TII. Tapi perlu setengah abad berikutnya, untuk menjinakkan radikalisasi para penerus ideologi.


Catatan Najwa

Tiga imam, Kartosuwiryo, Kahar Muzakar, dan Daud Beureuh, adalah pejuang, mereka juga ulama. Bagi Republik, mereka pahlawan sekaligus lawan. Berjasa luar biasa, namun berada di persimpangan jaman yang beranjak senjakala.,

Tak cuma DI-TII. Indonesia harus menhadapi permesta, prri, rms, dan pemberontak lain yang masih saudara.

Pemberontakan wajib ditumpas, karena memporak-porandakan stabilitas, serta mengancam kemerdekaan masyarakat luas.

Dulu politik, keyakinan kemudian. Cita-cita mendirikan negara islam berangsur terbenam, tapi tergantikan oleh radikalisasi di antara sebagian pewaris DI-TII.

Aspirasi di-tii, nyata masih ada hingga kini. Diyakini, oleh mereka yang salah kaprah, menganggap teror sebagai jihad islami.

Di masa lalu, pemerintah juga lalai. Demi kepentingan politik, sengaja memelihara anak singa, tanpa sadar singa tetaplah seekor singa.


Sumber: metrotvnews.com/blog/matanajwa/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar